Cerita Pendek "Pria Berkacamata"



Pria Berkacamata

Perkenalkan nama saya Eugene Tjandraputri, dipanggil Eugene. Saya sekolah di President Junior High School dan sekarang saya duduk di kelas 9. Kali ini saya ingin bercerita, selamat menikmati..

            Pada suatu hari saat sedang mempersiapkan lomba dance untuk bulan Desember akhir…ada seorang perempuan yang duduk di bangku sekolah kelas 8 bernama Anna. Dengan mempersiapkan lomba dance dengan BNC (group dance Anna) Anna sedang dekat dengan salah satu teman tim anggota BNC. 

            Setelah acara lomba itu selesai, orang yang sedang dekat dengan Anna berinisial “R” tetap dekat dengan Anna. Sering sekali mereka belajar bareng dan mengerjakan tugas bareng. Selama itu, Anna sering sekali diejek R oleh sahabatnya jika mereka ada sesuatu. Semakin melewati waktu yang berjalan, pergantian tahun, bulan Januari, dan pada akhirnya bulan Febuari saat acara “live in Klaten” yang diadakan oleh sekolahnya sebagai acara tahunan. Setiap hari mereka saling melihat, perhatian, dan saling membantu. Selalu menemani saat satu sama lain sedang kesepian. Dan pada suatu malam setelah acara dari sekolah selesai, R menemani Anna pulang ke rumah orang tua asuh Anna di Klaten. Di depan rumah…
“Anna, aku mau ngomong sesuatu” ucap R
“yess? Mau ngomong apa?” ucap Anna
“Kamu…mau ga jadi pacar aku” ucap R
“Hahahahahaha…” Anna hanya tertawa
“Ih serius jangan ketawa” ucap R
“Besok deh ya,, jangan kepo ya..” ucap Anna

            Setelah itu R pun pulang setelah menemani Anna. Dan esok paginya, saat ingin melanjutkan acara dari sekolahnya, R pun mendekati Anna dan menanyakan
“Anna, apa jawabannya?”
Anna pun mengetik sesuatu di handphone-nya
“Iya? Bener?” ucap R
Anna hanya mengangguk dan sambil senyum kepada R.

            Setelah mengetahui jawaban Anna, R pun merasa senang sekali karena Anna mau menerima R sebagi pacarnya. Pulang dari Klaten, dengan membawa suasana baru di sekolah, Anna pun berbeda dari yang dulu yang sering bermalas-malasan mengerjakan pr dan pergi sekolah. Tapi, sejak ia berpacaran dengan R, ia menjadi semangat untuk mengerjakan pr dan pergi sekolah. Nilai Anna pun naik daripada dulu sebelum berpacaran dengan R, dan sebaliknya. R sangat setia menemani Anna dalam keadaan apapun, begitu pun sebalikannya. Dan telah tibalah saatnya untuk Ujian Tengah Semester 2. Hasil nilai Anna dan R sedikit menurun, tapi mereka tetap semangat belajar untuk menaikan nilai mereka dan memperbaiki nilai-nilai yang kurang. Hasilnya pun cukup puas untuk mereka berdua saat mengetahui hasil Ujian Kenaikan Kelas, ternyata tidak sia-sia hasil mereka semangat belajar bersama. Mereka pun naik kelas 9, dan mereka kembali di satu kelas yang sama. 

            Sudah berbulan-bulan mereka menjalani hubungan ini, rasa sayang Anna pada R dan sebaliknya semakin bertambah. Nilai mereka pun tetap stabil seperti biasanya. Dan saat UTS pun nilai mereka stabil (dalam pikiran Anna). Tapi beberapa bulan setelah UTS, R pun memutuskan untuk berhenti melanjutkan hubungan dengan Anna. Anna pun keberatan untuk menghadapi ini, waktu yang telah mereka lalui selama 9 bulan dengan rasa senang maupun sedih, kesal maupun sayang, tapi sudah berakhir. Anna sangat sedih, sakit rasanya untuk menjalankan suasana yang sudah 9 bulan ini berubah. Tak ada lagi kata “good morning”, “sudah makan belum?”, “sudah mengerjakan pr belum?”, “sudah belajar belum untuk ulangan besok?”, “ada yang ga ngerti tidak pelajaran di sekolah?”, “ada yang mau dibantu pr nya?”, dan “good night, have a nice dream”. Anna hanya bisa duduk diam dan menangis dengan semua ini, dan mengingat-ingat dimana masa-masa ia bersama R. Dan Anna hanya bisa melihat R dari suatu sisi, tidak bisa lagi melihat dia dengan tatap muka atau disebut face to face dengan sering. 

Anna berkata dalam hatinya…“Tak ada lagi orang yang seperti R yang selalu memperhatikan, menemani, dan mendengarkan semua cerita saat sedang sedih, senang, maupun emosi. Tak ada lagi orang yang menanyakan setiap saat, karena itu sudah menjadi masa lalu, cerita pada tahun ini, 2014.” Tapi, Anna cuma ingin R tau, bahwa Anna tetap sayang sama R.

            Ada pepatah yang Anna selalu ingat, “tak kenal maka tak sayang”. Anna sangat sedih dengan pepatah ini, ia selalu ingat dimana R menyatakan perasaannya kepada Anna. Dan sekarang Anna hanya bisa mencoba untuk membiasakan suasana yang baru dan melupakan dengan perlahan-lahan, yaitu “pria berkacamata”.


Inilah cerita yang ingin saya ceritakan, bagaimana cerita yang ingin kamu ceritakan?
Terima Kasih, Eugene

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Pendek "Apakah anda perokok?"

Telekomunikasi